Posted by: aprilliagustin | November 16, 2009

Butir-Butir Budaya Jawa

Butir-Butir Budaya Jawa, adalah sebuah buku yang ditulis oleh (mantan) Presiden RI Soeharto. Buku ini pertama kali terbit pada tahun 1987. Buku ini berisi ajaran-ajaran kehidupan. Meskipun pertama kali terbit pada tahun 1987, menurut kolofon, buku ini sudah selesai ditulis pada tahun 1983. Daftar isi [sembunyikan] * 1 Subjudul * 2 Isi * 3 Sumber * 4 Amanat dan kritik * 5 Catatan kaki * 6 Referensi [sunting] Subjudul Butir-Butir Budaya Jawa memiliki subjudul Hanggayuh Kasampurnaning Hurip Berbudi Bawaleksana Ngudi Sejatining Becik[1] Kalimat ini merupakan sebuah kalimat Jawa dan disertai pula dengan terjemahan resmi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Terjemahan resmi dalam bahasa Indonesia adalah Mencapai Kesempurnaan Hidup Berjiwa Besar Mengusahakan Kebaikan Sejati dan dalam bahasa Inggris adalah In Search of Perfect Life Noble and Generous Mind In Quest of the Essence of Goodness. [sunting] Isi Buku ini berisi petikan-petikan wejangan yang dibagi menjadi dua bab utama dan diberi judul Pituduh (Bimbingan) dan Wewaler (Larangan). Lalu setiap bab utama ini dibagi menjadi enam paragraf yaitu: 1. Ketuhanan Yang Mahaesa 2. Kerohanian 3. Kemanusiaan 4. Kebangsaan 5. Kekeluargaan 6. Kebendaan Teks dimulai pada halaman genap (verso) dan selalu terdiri dari setiap butir dalam bahasa Jawa menggunakan aksara Jawa. Lalu di sebelahnya, masih di halaman yang sama, disajikan alihaksara kritis dalam abjad Latin. Kemudian pada halaman ganjil (recto) disajikan terjemahan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Dengan ini selalu disajikan empat kolom. Di bawah ini diberikan contoh teks. Contoh yang diambil adalah butir dari bab II, paragraf 4 dan butir 5.

“SELAMAT! Jagoanmu, pasangan SBY-Boediono, menang!” seru Temin. “Hasil quick count Metro TV memastikan itu dengan perolehan suara SBY-Boediono 58,51%, disusul Mega-Pro 26,32%, dan JK-Win 15,18%. Juga, SBY-Boediono unggul di 25 provinsi, syarat pemilu selesai satu putaran!”

“Resminya masih menunggu perhitungan KPU!” sambut Temon. “Puji syukur kita, pemilu presiden berjalan lancar, aman dan damai di seluruh Tanah Air! Jika ada insiden kecil dalam pelaksanaannya di sana-sini, tak cukup berarti untuk mengurangi sukses pemilu! Tanpa kecuali, masa persiapannya penuh dinamika terkait kisruh nama ganda di DPT yang tak selesai sampai hari pencontengan!”

“Semua kekurangan dalam pelaksanaan pemilu itu kita jadikan pelajaran, untuk diperbaiki pada pemilu berikutnya!” tegas Temin. “Sedang pemilu damai yang berhasil diciptakan segenap elemen bangsa itu kita lembagakan sebagai budaya demokrasi yang dinamis! Suatu budaya di mana persaingan kepentingan masa kampanye selesai dengan diperolehnya pemenang pemilu, kembali menjadi satu keluarga bangsa yang mendukung sepenuhnya pemerintahan baru hasil pemilu! Sesuai peribahasa nenek moyang kita, biduk lalu kiambang bertaut! Kiambang itu gelombang air yang terbelah oleh haluan perahu!”

“Itu yang kita harapkan! Meski begitu, dukungan dimaksud dalam budaya demokrasi yang dinamis–sebagai proses membangun peradaban–masih perlu dipahami lebih jauh lagi!” timpal Temon. “Terutama kedinamisan luar-dalam yang terkesan masih asing! Dinamika internal (ke dalam) pada poros-poros kekuasaan di negeri ini cenderung direspons sebagai pengkhianatan, lalu dipecat atau PAW! Padahal internal kontrol, mengoreksi segala kelemahan dan kekurangan dalam suatu tubuh organisasi, amat diperlukan untuk tumbuh lebih sehat dan lebih sempurna! Sama halnya kontrol dari luar, langsung direspons sebagai musuh! Padahal, koreksi dari luar dan dalam itu bertujuan memperbaiki kekurangan dan kesalahan, hingga prosesnya mendorong untuk lebih sempurna bagi terciptanya peradaban demokrasi lebih maju!”

“Untung kau yang jagonya menang menyatakan itu!” tegas Temin. “Budaya demokrasi kita jelas masih perlu pengembangan dalam akomodasinya terhadap dinamika internal dan eksternal, guna terus meningkatkan kualitas secara esensial pengelolaan negara-bangsa! Jika internal kontrol dieliminasi, eksternal kontrol dinafikan, bisa terjadi political decay–pembusukan politik!”
“Dalam pembusukan politik, demokrasi tinggal formalitas! Sedang prosesnya dalam poros-poros kekuasaan cuma praktek otoriter!” timpal Temon. “Karena itu, budaya politik yang tidak dinamis bisa menjurus ke status quo, baik secara integral maupun terbatas pada poros-poros kekuasaan–praktek politik yang bertentangan dengan peradaban demokrasi sejatinya!” ***

Posted by: aprilliagustin | November 12, 2009

Hukum pidana

Hukum pidana adalah hukum yang mengatur perbuatan-perbuatan apa yang dilarang dan memberikan hukuman bagi yang melanggarnya. Perbuatan yang dilarang dalam hukum pidana adalah:

Hukum pidana dibagi atas 2, yaitu:

  • Hukum Pidana Sipil
  • Hukum Pidana Militer

Disamping Ilmu Hukum Pidana, Yang sesungguhnya dapat juga dianmakan ilmu tentang hukumannya kejahatan, ada juga ilmu tentang kejahatannya sendiri yang dinamakan “KRIMINOLOGI”. hal ini dimaksudkan agar menjadi mengerti apa sebab-sebabnya sehinnga pelaku sampai berbuat jahat. Di negeri-negeri Angelsaks, KRIMINOLOGI dibagi menjadi tiga bagian :

  • Criminal biologi
  • Criminal sosiology
  • Criminal policy
Posted by: aprilliagustin | November 12, 2009

Politik Islam

Politik di dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah siyasah. Oleh sebab itu, di dalam buku-buku para ulama salafush shalih dikenal istilah siyasah syar’iyyah, misalnya. Dalam Al Muhith, siyasah berakar kata sâsayasûsu. Dalam kalimat Sasa addawaba yasusuha siyasatan berarti Qama ‘alaiha wa radlaha wa adabbaha (mengurusinya, melatihnya, dan mendidiknya). Bila dikatakan sasa al amra artinya dabbarahu (mengurusi/mengatur perkara).

Jadi, asalnya makna siyasah (politik) tersebut diterapkan pada pengurusan dan pelatihan gembalaan. Lalu, kata tersebut digunakan dalam pengaturan urusan-urusan manusia; dan pelaku pengurusan urusan-urusan manusia tersebut dinamai politikus (siyasiyun). Dalam realitas bahasa Arab dikatakan bahwa ulil amri mengurusi (yasûsu) rakyatnya saat mengurusi urusan rakyat, mengaturnya, dan menjaganya. Begitu pula dalam perkataan orang Arab dikatakan : ‘Bagaimana mungkin rakyatnya terpelihara (masûsah) bila pemeliharanya ngengat (sûsah)’, artinya bagaimana mungkin kondisi rakyat akan baik bila pemimpinnya rusak seperti ngengat yang menghancurkan kayu. Dengan demikian, politik merupakan pemeliharaan (ri’ayah), perbaikan (ishlah), pelurusan (taqwim), pemberian arah petunjuk (irsyad), dan pendidikan (ta`dib).

Rasulullah SAW sendiri menggunakan kata politik (siyasah) dalam sabdanya : “Adalah Bani Israil, mereka diurusi urusannya oleh para nabi (tasusuhumul anbiya). Ketika seorang nabi wafat, nabi yang lain datang menggantinya. Tidak ada nabi setelahku, namun akan ada banyak para khalifah” (HR. Bukhari dan Muslim). Teranglah bahwa politik atau siyasah itu makna awalnya adalah mengurusi urusan masyarakat. Berkecimpung dalam politik berarti memperhatikan kondisi kaum muslimin dengan cara menghilangkan kezhaliman penguasa pada kaum muslimin dan melenyapkan kejahatan musuh kafir dari mereka. Untuk itu perlu mengetahui apa yang dilakukan penguasa dalam rangka mengurusi urusan kaum muslimin, mengingkari keburukannya, menasihati pemimpin yang mendurhakai rakyatnya, serta memeranginya pada saat terjadi kekufuran yang nyata (kufran bawahan) seperti ditegaskan dalam banyak hadits terkenal. Ini adalah perintah Allah SWT melalui Rasulullah SAW. Berkaitan dengan persoalan ini Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Siapa saja yang bangun pagi dengan gapaiannya bukan Allah maka ia bukanlah (hamba) Allah, dan siapa saja yang bangun pagi namum tidak memperhatikan urusan kaum muslimin maka ia bukan dari golongan mereka.” (HR. Al Hakim)

Rasulullah ditanya oleh sahabat tentang jihad apa yang paling utama. Ia menjawab : “Kalimat haq yang disampaikan pada penguasa” (HR. Ahmad).

Berarti secara ringkas Politik Islam memberikan pengurusan atas urusan seluruh umat Muslim.

Namun, realitas politik demikian menjadi pudar saat terjadi kebiasaan umum masyarakat dewasa ini baik perkataan maupun perbuatannya menyimpang dari kebenaran Islam yang dilakukan oleh mereka yang beraqidahkan sekularisme, baik dari kalangan non muslim atau dari kalangan umat Islam. Jadilah politik disifati dengan kedustaan, tipu daya, dan penyesatan yang dilakukan oleh para politisi maupun penguasa. Penyelewengan para politisi dari kebenaran Islam, kezhaliman mereka kepada masyarakat, sikap dan tindakan sembrono mereka dalam mengurusi masyarakat memalingkan makna lurus politik tadi. Bahkan, dengan pandangan seperti itu jadilah penguasa memusuhi rakyatnya bukan sebagai pemerintahan yang shalih dan berbuat baik. Hal ini memicu propaganda kaum sekularis bahwa politik itu harus dijauhkan dari agama (Islam). Sebab, orang yang paham akan agama itu takut kepada Allah SWT sehingga tidak cocok berkecimpung dalam politik yang merupakan dusta, kezhaliman, pengkhianatan, dan tipu daya. Cara pandang demikian, sayangnya, sadar atau tidak mempengaruhi sebagian kaum muslimin yang juga sebenarnya ikhlas dalam memperjuangkan Islam. Padahal propaganda tadi merupakan kebenaran yang digunakan untuk kebathilan (Samih ‘Athief Az Zain, As Siyasah wa As Siyasah Ad Dauliyyah, hal. 31-33). Jadi secara ringkas Islam tidak bisa dipisahkan dari politik.

Posted by: aprilliagustin | November 12, 2009

Selamat Datang di Situs Budaya Indonesia

Situs www.budaya-indonesia.org diperuntukkan bagi dan menjadi milik seluruh masyarakat Indonesia sebagai media untuk menggali, mengapresiasi, dan menjaga ketahanan kebudayaan tradisional Indonesia secara tidak tradisional (preserving traditional culture untraditionally). Diawali dengan berdirinya Perkumpulan Inisiatif Budaya Kepulauan Indonesia atau dalam bahasa Inggris disebut ” Indonesian Archipelago Culture Initiatives” disingkat IACI, dan disusul oleh deklarasi yang akhirnya membentuk Forum Kebudayaan Indonesia. Situs ini diharapkan mampu untuk: * mendorong pemanfaatan teknologi informasi dan perangkat-perangkatnya untuk melakukan pendaftaran dan basis data bersama seluruh artifak kebudayaan nasional dengan pelibatan semua pihak se-nusantara. * membiasakan generasi muda menggunakan berbagai fasilitas teknologi informasi untuk keperluan yang terkait dengan pelestarian dan apresiasi kebudayaan nasional Indonesia. * mendorong daya kreasi pengembangan sains dan teknologi yang ber-inspirasi dari kekayaan yang bersumber pada berbagai aspek kebudayaan tradisional Indonesia yang sangat bhinneka bagi kemajuan peradaban dunia. Beberapa hal terkait data dan kajian budaya, IACI menjalin kerjasama dengan Yayasan TIKAR dalam mewujudkan ENSIKLOPEDI BUDAYA NUSANTARA, yang secara sinambung terkait dengan pengumpulan data partisipatif yang dilakukan melalui situs ini dan kajian dari mereka yang ahli di bidangnya. Sementara melalui kegiatan IACI diharapkan beberapa hal dapat dicapai, antara lain: * meningkatkan partisipasi dan apresiasi masyarakat umum, khususnya kaum muda Indonesia terhadap kekayaan kebudayaan nasional yang bersumber pada tradisi kultural daerah. * memikirkan perlindungan hukum internasional atas kekayaan kebudayaan nusantara raya. * mendorong visi kemasyarakatan dalam wadah persatuan dan kesatuan bangsa yang utuh dalam kesadaran akan diversitas budaya yang tinggi di Indonesia. * mengupayakan kebangkitan bangsa akan kebajikan dan kebijaksanaan yang bersumber pada budaya dan tradisi bangsa Indonesia dalam kehidupan sosial, budaya, politik, dan ekonomi yang berlandaskan pada kreativitas dan inovasi. Semangat dan keprihatinan akan budaya bangsa ini juga menjadi latar belakang pendirian Forum Kebudayaan Indonesia, yakni kelembagaan bersama yang diharapkan mampu menjadi forum revitalisasi budaya bangsa dengan visi 2008-2028. Dengan visi menjadi bangsa Indonesia yang berkarakter (mempunyai jati diri), bermartabat dan terhormat, maka diharapkan dapat dijalankan beberapa misi umum: * Memelihara warisan budaya bangsa (national heritage) * Menanamkan nilai-nilai budaya lokal/ nasional yang positif dan konstruktif * Menyaring budaya asing yang masuk melalui aktualisasi budaya * Memfasilitasi kegiatan budaya yang belum dengan membiayai kegiatannya sendiri (self-finance) * Menggalang semua potensi budaya yang ada melalui “Manajemen Budaya” Tata Kelola Kebudayaan yang Baik dan Benar (Good Cultural Management/ Good Cultural Governance) Pengembangan Kebudayaan Indonesia Partisipasi anda sangat diharapkan dalam melengkapi situs ini sedemikian sehingga artifak yang termuat di dalamnya benar-benar mampu melingkupi refleksi akan budaya tradisional kepulauan Indonesia seutuh-utuhnya. Jenis-jenis artifak yang ingin kita inventarisasi pada situs ini ada pada bagian paling bawah dari halaman ini. Dari beberapa data tersebut, di antaranya kita sertakan dalam konstruksi Pohon Filomemetika yang menggambarkan kekayaan bahan inovasi dari keragaman budaya nusantara. Namun anda tentu masih boleh mengusulkan melalui pranala (link) “pembicaraan” pada bagian paling atas dari halaman ini. Untuk memasukkan data, anda diharapkan mengikuti tata cara di halaman Instruksi Tambah Data. Terkait dengan kebutuhan untuk penguatan jaringan unit-unit kebudayaan dan keberlangsungan silaturahmi-silaturahmi budaya, kami telah menyediakan saluran untuk hal tersebut melalui mekanisme perekrutan anggota yang kami namakan Sahabat Budaya. Jadilah bagian dalam upaya penghimpunan, pengembangan, dan perlindungan Kebudayaan Indonesia dengan mendaftarkan diri sebagai Sahabat Budaya. Mari bersama-sama kita gunakan perangkat-perangkat teknologi yang ada pada kita untuk melengkapi data yang merefleksikan BUDAYA INDONESIA. Mari bangkit, Indonesia! ARTIFAK BUDAYA TRADISIONAL INDONESIA * Tarian * Ritual * Ornamen * Motif Kain * Alat Musik * Cerita Rakyat * Musik dan Lagu * Data Makanan * Seni Pertunjukan * Produk Arsitektur * Pakaian Tradisional * Permainan Tradisional * Senjata dan Alat Perang * Naskah Kuno dan Prasasti * Tata cara Pengobatan dan Pemeliharaan Kesehatan Diperoleh dari “http://budaya-indonesia.org/iaci/Halaman_Utama” Tampilan * Artikel * Pembicaraan * Lihat sumber * Versi terdahulu Peralatan pribadi * Masuk log / buat akun Navigasi * Halaman Utama * Peristiwa * Perubahan terbaru * Instruksi Tambah Data * D A T A * Jurnal * Majalah * Media Kreatif * Klaim * Kotak Pasir artifak * Tarian * Ornamen * Motif Kain * Alat Musik * Cerita Rakyat * Musik dan Lagu * Makanan Minuman * Ritual * Seni Pertunjukan * Produk Arsitektur * Pakaian Tradisional * Permainan Tradisional * Senjata dan Alat Perang * Naskah Kuno dan Prasasti * Tata cara Pengobatan dan Pemeliharaan Kesehatan kita dan IACI * Kertas Kerja IACI * Kelembagaan * FAQ * Bantu IACI Pencarian Kotak peralatan * Pranala balik * Perubahan terkait * Pemuatan * Halaman istimewa * Versi cetak * Pranala permanen Powered by MediaWiki * Halaman ini terakhir diubah pada 22:41, 2 Maret 2009. * Halaman ini telah diakses sebanyak 83.107 kali. * Perihal BudayaIndonesia

Posted by: aprilliagustin | November 12, 2009

‘Fokus kejar scudetto, bukan Inter’

Kapten Juventus, Alessandro Del Piero, mengingatkan rekan-rekannya untuk melupakan persaingan dengan Inter Milan. Menurutnya, target utama Juventus adalah scudetto, bukan Inter. Read More…

Posted by: aprilliagustin | November 12, 2009

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.